dedikasi.id – Seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia kini masih berada dalam lingkaran pandemi Covid-19. Dampak virus ini begitu luas, tidak hanya mengancam kesehatan saja, pandemi juga mengancam sektor ekonomi dan pendidikan. Terutama perekonomian keluarga yang sangat berkaitan erat terhadap pendidikan anak.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk melindungi rakyatnya. Seperti menerapkan physical distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penutupan pembelajaran semua lembaga pendidikan, dan juga penerapan Work From Home (WFH) guna mencegah penyebaran virus yang kian masif setiap harinya. Dari kebijakan yang diterapkan tersebut muncul dampak negatif di antaranya; merosotnya pertumbuhan ekonomi sehingga mau tidak mau perusahaan mengambil kebijakan PHK secara besar-besaran, daya jual UMKM kian merosot akibat lesunya pembeli, hingga tak jarang ditemui banyak perusahaan atau UMKM gulung tikar karena pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan tidak seimbang.

Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, tentu akan memicu kesulitan ekonomi dalam keluarga. Hal ini karena penghasilan yang dimiliki tidak stabil. Sementara di sisi lain pendidikan anak tetap harus berlangsung. Anak diharuskan belajar dari rumah dan pasti membutuhkan ponsel, laptop, pulsa, paket internet dan lain sebagainya. Kalau ekonomi keluarga sudah terganggu, maka sulit untuk memenuhi kebutuhan itu semua. Apalagi saat ini, Indonesia telah memasuki resesi ekonomi yang semua serba sulit dan keuangan keluarga semakin menipis. Sehingga langkah yang harus dilakukan adalah memanajemen keuangan keluarga dengan sebaik mungkin.

Setiap keluarga harus berpikir keras dan berusaha lebih gigih agar pendidikan anak tidak terganggu akibat penghasilan yang dimiliki tidak stabil. Dampak pandemi Covid-19 yang begitu luas mengharuskan pemerintah dan semua pihak terus bersinergi untuk menekan lajunya dampak tersebut. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi serta menekan laju penyebaran virus Covid-19 dan semua hendaklah mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Eksistensi pendidikan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Kerap kali pendidikan tidak terlepas dari masalah ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendidikan diharapkan dapat menunjang proses kehidupan ekonomi bahkan dapat mempengaruhi arah dari proses pengembangan ekonomi karena pelaku-pelaku kehidupan ekonomi adalah manusia itu sendiri. Perkembangan ekonomi pada gilirannya akan menunjang terwujudnya proses pendidikan yang dibutuhkan dalam perkembangan ekonomi.

Hal yang terpenting saat ini adalah pendidikan harus tetap berlangsung seefektif mungkin, karena pendidikan merupakan bagian terpenting dari proses pembangunan nasional yang bermula dari pendidikan keluarga. Selain itu, pendidikan mierupakan penentu ekonomi dari suatu keluarga dan negara. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi.

Baca juga artikel terkait Opini menarik lainnya di dedikasi.id

Penulis: Maliqna Khoirum Alfiani