dedikasi.id – Bisa dikatakan bahwa negara-negara Arab sejauh ini menjadi pusat  keagamaan dunia. Hal ini dikarenakan beragam agama terlahir dan tersebar di Jazirah Arab. Beberapa agama tersebut bahkan masih eksis hingga saat ini, sebut saja Yahudi dan Islam. Contohnya, Republik Islam Iran menjadi pusat basis aliran Syiah dengan Karbala sebagai pusat ibadah sekaligus tempat menjalankan ritual keagamaannya. Adapula Jerussalem yang menjadi pusat ibadah kaum Yahudi. Dan tidak lupa, agama Islam yang terpusat di dua kota suci yakni Makkah dan Madinah. Namun, ditengah hingar bingar Timur Tengah sebagai sentra agama ini, nampaknya ada satu hal yang luput dari pengetahuan banyak orang terkait kawasan tersebut, yakni pengembangan teknologinya.

Perkembangan teknologi di kawasan Timur Tengah tidak terlepas dari bahan alam yang mereka miliki. Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara-negara Arab sangatlah tergantung akan minyak. Minyak menjadi komoditas yang menopang perekonomian negara. Bahkan minyak mengubah jazirah arab yang dulunya adalah negara-negara miskin yang tandus menjadi negara-negara kaya di dunia yang berlomba-lomba membangun gedung pencakar langit. Selain minyak, di Timur Tengah tepatnya Iran juga terdapat cadangan uranium terbesar. Uranium menjadi komoditas yang penting di dunia karena merupakan bahan baku bagi PLTN atau reaktor nuklir.

Penguasaan pengayaan uranium yang dilakukan oleh Iran berhasil melahirkan ilmuwan yang ditakuti Barat yakni Mohsen Fakhrizadeh. Dilansir dari Tempo.co, Mohsen Fakhrizadeh menjadi tokoh sentral dalam perkembangan teknologi nuklir Iran. Hal ini membuat musuh bebuyutan Iran yakni Israel menjadikan Fakhrizadeh sebagai target operasi agar dapat menghentikan proyek strategis Iran yang dapat mengancam eksistensi dan keamanan Israel. Fakhrizadeh akhirnya dibunuh dengan cara ditembak. Pembunuhan tersebut memperuncing ketegangan antara Iran dan AS.

Kisah Mohsen Fakhrizadeh ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi di kawasan negara Timur Tengah mulai naik daun dan kian masif sehingga membuat negara musuh menjadi ketar-ketir. Kini, negara Arab bertransformasi menjadi negara modern dan mulai menekuni bidang riset. Stigma pun bergeser dan mampu menjawab keraguan publik dunia akan kapasitas yang dimiliki negara- negara Arab yang kini telah berhasil menguasai bahkan menghasilkan produk berkualitas. Iran bukan menjadi satu- satunya negara yang berhasil menciptakan dan mengembangkan penemuan, namun negara Timur Tengah lainnya juga bergeliat di ranah rekayasa teknologi seperti yang dilakukan Turki. Pengembangan rekayasa teknologi yang terbilang paling sukses dilakukan turki dimulai dari peralatan militer hingga roket berhasil diciptakan dan telah melakukan tahapan uji coba.

Selain itu, Uni Emirat Arab (UEA) juga tak mau ketinggalan. Negara kaya ini termasuk negara yang berhasil melakukan eksperimen terhadap teknologi roket hingga mampu menjalankan misi perjalanan ke planet Mars dengan bermodalkan 200 juta Dolar. Mereka diklaim mampu mengirim data perubahan iklim ke Mars sehingga dapat dipelajari sekaligus menjadi pengetahuan bagi masyarakat. Hal yang menarik dari riset ini yakni kontribusi kaum perempuan yang memiliki pengaruh besar terhadap transfomasi keantariksaan negara UEA. Perempuan merupakan mayoritas dari tim misi ini. Dengan ini, UEA telah merubah persepsi dunia akan negara kawasan Timur Tengah yang dianggap masih konservatif dengan membatasi ruang gerak perempuan.

Berbagai pengembangan teknologi yang dilakukan oleh negara-negara Timur Tengah diatas menciptakan sekaligus merubah sejarah bahwa negara teluk mampu mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki, serta diintegrasikan dengan perbaikan juga peningkatan kualitas riset dan teknologi. Sehingga, upaya tersebut menjadi sebuah kebanggaan dan dapat dirasakan manfaatnya bukan hanya masyarakat domestik akan tetapi masyarakat global. Bahkan keunggulan tersebut memberi ruang bagi negara Arab agar dapat berkolaborasi dengan negara lain untuk dapat mengembangkan inovasi di segala bidang. Dari perspektif lain, dengan adanya penemuan dan pengembangan teknologi oleh negara Timur Tengah sedikit memberikan pandangan baru bahwasannya negara Arab bukan hanya sebagai pusat studi keagamaan saja akan tetapi juga bisa dilirik sebagai alternatif pusat studi ilmu terapan yang mana sejauh ini masih didominasi oleh negara Amerika, Eropa dan negara Asia timur seperti Jepang, Korea dan China.

Penulis : Iqbal

Editor : Cantika