Sujud Yang Melahirkan Suara
Oleh : Rhaishania Muhiba Salafi
Aku adalah rahasia yang lama bersembunyi di balik pintu-Nya
Seorang pengulang dosa yang tak pernah kehilangan rumah untuk pulang
Sebab aku tahu, sejauh apa pun langkahku terbuang
Tuhan tak pernah sekali pun melepaskan pegang
Cinta-Nya adalah satu-satunya alasan mengapa aku masih tetap tenang.
Lalu waktu melemparku ke tengah riuh yang tak pernah kubayangkan
Ke sebuah panggung di mana namaku kini kerap diserukan
Aku yang dulu tak kasat mata, kini menjadi penyangga
Dibutuhkan, dicari, dan diletakkan di tempat yang terjaga
Namun di tengah riuh itu, hatiku tetap meraba-raba
Mencari akar dari semua bunga yang kini mulai merekah.
Kusadari sepenuhnya, wangi apresiasi ini bukanlah milikku
Ini adalah harum doa yang dulu kupanjat di masa kaku
Buah dari sabar yang kutanam saat aku masih merasa pilu
Tak ada kebetulan dalam garis tangan yang kini membiru
Sebab di setiap tepuk tangan, ada restu-Nya yang menjadi penentu.
Namun posisi ini bukan sekadar takhta tanpa harga
Ada hitungan yang menunggu di balik pintu yang abadi
Setiap kebijakan, setiap lelah, dan setiap suara yang kupunya
Akan ditagih jawabnya saat semua mata tak lagi bisa sembunyi
Aku melangkah dengan nama-Nya yang terpatri di nadi
Sebab aku takut, dunia ini membuatku lupa pada siapa aku mengabdi.
Biarlah semua ini menjadi saksi yang menyejukkan
Bahwa di tengah panggung fana, aku pernah mencoba bertahan
Membangun menara tanpa melupakan tanah tempat kening diletakkan
Sebab di akhir hari, bukan gelar yang aku bawa pulang
Melainkan tulusnya pengabdian yang kuserahkan pada Sang Pemilik Terang.
Illustrator : Maya
Karya yang Anda baca merupakan salah satu karya terpilih dalam program kerja Open Publish Karya yang diselenggarakan oleh LPM Dedikasi. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan kemampuan literasi, serta mempublikasikan karya kepada khalayak yang lebih luas.
Teman-teman yang ingin mempublikasikan karya juga dapat menghubungi Ketua LPM Dedikasi maupun humas, jangan lupa follow media sosial LPM Dedikasi agar tidak ketinggalan informasi, program, dan kesempatan publikasi karya berikutnya.