dedikasi.id – Seiring dengan kabar perkuliahan tatap muka belum akan dimulai kembali dalam waktu dekat, wisuda Sarjana S-1 dan Pascasarjana S-2 gelombang 1 tahun 2021 IAIN Kediri masih dilakukan secara daring. Hal tersebut seperti disampaikan Husnu Rofik, Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama pada Biro AUAK saat diwawancara oleh kru LPM Dedikasi pada Kamis (1/4).

Menurutnya, meskipun kasus Covid-19 khususnya di Kota Kediri cenderung menurun, pihak kampus belum bisa mengadakan wisuda secara offline sebab Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah Kota Kediri belum usai. Pihaknya pun mengklaim sudah melakukan perencanaan dan pengajuan kepada pemerintah Kota Kediri untuk kuliah offline namun tetap tidak diperbolehkan.

“Berdasarkan hasil rapat dengan dekan tiap fakultas memang disetujui untuk mencoba mengajukan pengadaan perkuliahan tatap muka pada semester genap tahun ini kepada pemerintah Kota Kediri, begitu pula dengan pelaksanaan wisuda. Bahkan sudah kita siapkan sistemnya tapi masih tidak dapat persetujuan. Akhirnya semua tetap online,” terang pria asal Kecamatan Sambi Kabupaten Kediri tersebut.

Rencananya, wisuda gelombang 1 tahun 2021 akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 Juni 2021. Rofik menambahkan bahwa kuota peserta wisuda gelombang ini sebanyak 750 orang dengan terakhir pendaftaran tanggal 30 April 2021.
“Untuk wisuda S1 mahasiswa tidak perlu lagi membayar, berbeda dengan mahasiswa S2. Untuk fasilitas secara umum, mahasiswa akan dapat baju toga dan apabila domisilinya jauh sehingga tidak bisa mengambil, akan kami kirimkan lewat paket secara gratis,” ungkapnya.

Menanggapi perihal wisuda yang masih dilaksanakan secara daring ini, Nurrina Fajrin, Mahasiswi prodi Ekonomi Syariah angkatan 2016, mengatakan bahwa ia akan tetap mendaftar dan mengikuti prosesi wisuda tersebut. Ia sudah mendaftar sejak akhir Maret lalu. Menurutnya, wisuda secara online memiliki dampak positif dan negatifnya tersendiri.

“Dari segi positifnya adalah karena kan penyebaran covid masih belum selesai, jadi positifnya bisa ikut mengurangi/menghindari penyebaran covid itu sendiri, yang artinya kita peduli terhadap sesama. Selain itu pemerintah juga melarang mengundang kerumunan. Dari segi negatifnya yang pasti perasaan saat wisuda offline berbeda dengan wisuda online, kalau wisuda offline kan kita bisa merayakan wisuda bersama ada kemeriahan disitu, kalau wisuda online kan beda,” jelasnya saat di wawancarai kru LPM Dedikasi melalui WhatsApp (07/04).

Fajrin berharap pelaksanaan wisuda kali ini berjalan lancar dan saat pelaksanaan nanti menggunakan platform yang mudah diakses wisudawan, mengingat tidak semua daerah mempunyai jaringan internet yang stabil.

“Saya berharap wisuda nanti dapat berjalan lancar & tetap meriah meski hanya diadakan secara online. Selain itu saya berharap wisuda online nanti menggunakan platform yang mudah diakses oleh para wisudawan mengingat bahwa tidak semua daerah punya sinyal yang baik, agar mereka tetap bisa mengikuti wisuda tersebut.”

Berbeda dengan Fajrin yang sudah mendaftar, M. Ali Musyafa’, mahasiswa prodi Pendidikan Agama Islam angkatan 2016 menjelaskan bahwa ia masih mengurus berkas pendaftaran. Pria yang akrab disapa Ali ini mendapatkan informasi bahwa pelaksanaan wisuda dapat berubah, bisa jadi ditunda ataupun tetap pada bulan Juni mendatang. Sementara pendaftaran wisuda ini akan ditutup pada akhir bulan April.

“Masih mengurus berkas sih ini, kemarin dapat info, terakhir pendaftaran akhir April soalnya. Untuk pastinya masih belum tahu, ya, karena sekarang kan masih pandemi juga, jadi masih ada kemungkinan untuk mundur seperti tahun kemarin. Kalau info terakhir yang saya dapat sih sekitar bulan Juni,” ujarnya saat di wawancarai secara daring melalui Whatsapp (19/04).

Menurutnya, ia menerima pelaksanaan wisuda secara daring karena keadaan memang tidak memungkinkan untuk wisuda offline. Selain itu, pelaksanaan secara daring akan membuat agenda tersebut lebih fleksibel.
“Untuk saat ini ya tidak apa-apa sih. Keadaannya kan memang lagi gini. Jadi fleksibel aja gitu. Jika offline ya syukur, jika online ya tidak apa-apa,” tandas pria asal Kabupaten Blitar Jawa Timur tersebut.

Baca juga artikel terkait Berita Utama atau tulisan menarik lain di dedikasi.id

(dedikasi.id – Berita Utama)

Reporter: Reza, Rafistra, Isma
Penulis: Rafistra, Firnas
Editor: Ela