(DEDIKASI.ID)Liquid Crystal Display (LCD) merupakan hal yang penting untuk menunjang kegiatan perkuliahan, khususnya presentasi. Sehingga, sudah sepatutnya setiap kelas memiliki minimal satu LCD yang berfungsi dengan baik. Namun, beberapa ruang kelas di Gedung Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUDA) IAIN Kediri yang LCD-nya rusak atau bahkan tidak ada.

Dari pantauan kru LPM Dedikasi, setidaknya ada 3 ruang kelas yang tidak memiliki LCD, yakni ruang 206, 305, dan 403.

Para mahasiswa pun mengeluhkan kondisi tersebut karena membuat perkuliahan tidak bisa berjalan dengan maksimal. Mereka mengaku bingung saat harus presentasi dan menyesalkan mengapa sampai sekarang LCD tak kunjung diadakan.

“Tadi sebenarnya ada presentasi di ruang 305. Berhubung LCD-nya tidak ada, jadi bingung dan susah juga,” ujar Rosidha, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, kepada LPM Dedikasi, Senin (23/05).

Terkait masalah ini, LPM Dedikasi mencoba mengonfirmasi kepada Bagian Umum FUDA yang menangani sarana dan prasarana (sarpras), tetapi Bagian Umum enggan memberikan keterangan dan mengarahkan untuk langsung bertanya kepada Dekan FUDA yang saat liputan berlangsung masih dijabat oleh Moh. Asror Yusuf.

Baca juga

Ditemui di ruangannya pada Jumat (03/06), ia menuturkan bahwa kondisi kelas yang tidak ada LCD-nya tersebut dikarenakan, saat kelas online, LCD-nya tidak terpakai, sehingga difungsikan untuk hal lain yang saat itu lebih mendesak.

“Kemarin itu ada yang rusak, ruang kuliah tidak dipakai, jadi diambilkan sementara dari situ,” ujar dosen yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pascasarjana IAIN Kediri tersebut.

Ia mengaku belum mendapat laporan mengenai hal ini karena kelas offline juga baru berjalan beberapa minggu. Namun, ia mengatakan bahwa masalah LCD ini akan segera ditangani.

“Saya bisa menjawab, yang soal ini nanti kita atasi. Kemarin karena baru offline, tho, dan saya belum mendapat laporan soal ini,” kata Asror.

Ia menambahkan, masalah-masalah seperti penggunaan ruang kelas dan perawatan atau pembenahan sarana prasarana merupakan persoalan yang dinamis dan harus segera diselesaikan.

“Bukan persoalan berat kalau gini-gini. Cuma tidak bisa langsung, masalahnya ada mekanisme. Jadi direncanakan dulu titik-titik mana yang diperbaiki. Intinya selama tidak membahayakan, kalau membahayakan ya harus segera ditangani,” tegas Asror.

Dengan adanya keterangan tersebut, mahasiswa berharap agar masalah LCD ini segera ditangani demi kenyamanan dan kelancaran proses perkuliahan di kelas.

“Harapan saya, semua fasilitas di kelas lengkap supaya pembelajaran di kelas lebih enak,” ujar Rosidha di akhir wawancara.

Baca berita menarik lainnya di Dedikasi.id!

Reporter: Gilang, Izza, Shinta

Penulis: Ulin