Segera Berganti! IAIN Kediri Akan jadi UIN Syekh Wasil
16 Desember 2023
Wisata Minggu Pagi di Tengah Kota Kediri, Taman Sekartaji
6 September 2023
Gen Z dalam Pusaran Era Society 5.0
25 April 2021
(DEDIKASI.ID) – Makam Batoro Katong merupakan tempat bersejarah sekaligus destinasi wisata religi di Ponorogo, Jawa Timur. Hal ini dikarenakan Batoro Katong atau yang bernama asli Lembu Kanigoro merupakan seorang pendiri atau adipati pertama di Ponorogo. Kepemimpinannya yang bijaksana dan ketaatannya pada nilai-nilai agama membuatnya sangat dihormati oleh rakyatnya. Keinginannya untuk dimakamkan di tempat yang ia cintai, tempat di mana ia sering mendekatkan diri pada Sang Pencipta melalui sholat dan tapa, menjadi alasan mengapa makam ini berada di lokasi yang sekarang.
Makam ini bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan nuansa spiritual yang kuat bagi masyarakat setempat. Kompleks makam yang terletak di Desa Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, dahulu merupakan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan atau biasa disebut kota lama Ponorogo. Keberadaan situs ini menjadikannya salah satu peninggalan penting yang terus dijaga dan dikunjungi hingga sekarang.
“Batoro Katong itu salah satu anak Prabu Brawijaya V. Dia termasuk adik Raden Patah, raja Demak, hanya lain ibu. Dan keberadaannya di Ponorogo adalah untuk menyebarkan agama Islam di wilayah ini,” terang Mukim, juru kunci makam. Kutipan ini menunjukkan bahwa Batoro Katong bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Ponorogo. Karena itu, makamnya menjadi tempat yang dihormati sekaligus dijadikan tujuan ziarah oleh masyarakat.
“Biasanya kalau kita beli bunga, di dalamnya pasti dicampurkan irisan daun pandan wangi. Nah, kalau mau ke sini, daun pandan itu harus dibuang. Sebab Kanjeng Batoro Katong tidak suka. Dan bila tidak suka berarti apa yang kita harapkan tentu akan sulit terkabul,” terang Mukim. Entah apa yang menyebabkan Batoro Katong tidak suka dengan daun pandan. Namun Mukim memberikan sedikit penjelasan bahwa daun pandan adalah salah satu senjata andalan Ki Ageng Kutu yang sempat membuat Batoro Katong kerepotan dan dipukul mundur. Karena itulah, daun pandan ini harus ditiadakan dari makam ini, agar tidak sampai mempengaruhi kekuatan gaib yang terpancar dari makam ini. Sebab dengan berkurangnya kekuatan itu, maka bukan tidak mungkin keistimewaan makam yang bisa membuat orang naik pangkat akan berkurang.
Adapun waktu-waktu tertentu yang bisa kalian datangi, biasanya makam ramai dikunjungi ketika peringatan hari jadi kota Ponorogo, Grebeg Suro, dan Hari Pahlawan. Ketika hari jadi kota Ponorogo dan Grebeg Suro biasanya ada acara khusus di Makam Batoro Katong. Dengan potensi sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi, Makam Batoro Katong memiliki daya tarik tersendiri sebagai destinasi wisata religi. Selain itu, lokasinya yang mudah dijangkau dan suasana yang tenang menjadikan tempat ini sebagai pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin mencari ketenangan dan refleksi diri.
Sebagai warisan budaya yang tak ternilai, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan Makam Batoro Katong. Dengan merawat kompleks makam ini, kita tidak hanya menghormati jasa-jasa Raden Batoro Katong, tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kita.
Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id!
Reporter: Aisyah Vera
Penulis:Aisyah Vera
*Berita ini merupakan karya anggota magang untuk mengikuti kegiatan Penempuhan Kartu Pers 2026
© 2023 Dedikasi.
slot online gacor server thailand
https://www.guiamaster.com.ar/rubros/taxis
https://www.masaya.uml.edu.ni/
https://abtennisdevelopment.com/about/
https://imageauboutdesdoigts.org/
http://www.ritualhelper.lviv.ua/krematoriy/
https://uwaisteam.com/writingcamp
https://fintechplicity.com/trading/
https://billiardsamara.ru/blog/
https://revistajireh.uml.edu.ni/publicaciones/
https://bashqash.com/bashqash-blog/