(DEDIKASI.ID) – Rabu (21/01/2026), Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar pelatihan pengolahan limbah dapur menjadi Eco Enzyme bagi ibu-ibu PKK Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini merupakan implementasi pilar Ekoteologi dalam program Asta Protas Kemenag Berdampak.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.20 WIB ini disambut hangat oleh 22 anggota PKK. Acara dibuka secara resmi oleh Antin, selaku perwakilan Kepala Desa Padangan, dengan didampingi oleh Sholeh selaku Ketua Kelompok KKN 11. Suasana Balai Posyandu yang semula tenang berubah menjadi penuh keceriaan saat mahasiswa mengajak para ibu melakukan ice breaking untuk memicu semangat sebelum memasuki sesi materi.
Dalam sambutannya, Antin mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan.
“Pendekatan Ekoteologi ini sangat positif karena menggabungkan kesadaran iman dengan tindakan nyata. Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, melainkan bentuk ibadah dan tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Kami berharap ilmu ini mendorong ibu-ibu PKK untuk mulai memilah sampah rumah tangga secara mandiri,” ungkapnya.
Memasuki acara inti, Materi pelatihan disampaikan oleh Reysa, anggota Kelompok 11 KKN, yang memaparkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta teknik pembuatan Eco Enzyme sebagai solusi cerdas untuk menekan jumlah limbah dapur melalui proses fermentasi sederhana.
“Cairan ini memiliki manfaat multifungsi, mulai dari pembersih lantai hingga nutrisi bagi tanaman. Dengan rumus perbandingan 1:3:10 antara gula, sampah organik, dan air, kita bisa mengubah limbah yang semula dibuang menjadi produk bernilai guna tinggi,” jelasnya.
Baca tulisan lainnya
- Bukan Dirancang Arsitek, Bangunan Padepokan Kediri Garuda Nusantara Dibangun dengan Petunjuk Leluhur
- Sumber Gundi: Sejarah, Tradisi, dan Sisi Mistis
Pemaparan materi berlangsung interaktif dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta antusias menggali informasi, khususnya mengenai perawatan larutan selama masa fermentasi agar hasilnya optimal
Transisi dari teori ke praktik berjalan mulus saat mahasiswa KKN mulai mendampingi para peserta secara langsung. Keakraban terlihat jelas di area praktik; tangan-tangan mahasiswa dan ibu-ibu PKK bersinergi mencampur molase (tetes tebu) dengan air dan potongan limbah organik ke dalam wadah.
Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme warga, Kelompok KKN 11 membagikan berbagai doorprize alat rumah tangga seperti ember, sutil, hingga ceret kepada peserta yang paling aktif. Sebagai bekal keberlanjutan, mahasiswa juga memberikan paket tetes tebu kepada seluruh peserta agar mereka dapat langsung mempraktekkan pembuatan Eco Enzyme di rumah masing-masing.
Kegiatan pun ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Aksi ini tidak hanya meninggalkan ilmu praktis bagi warga Dusun Padangan Tengah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta membawa harapan baru bagi kelestarian lingkungan Desa Padangan di masa depan.
Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id!
Penulis: Hisyam
Editor: Saffana Alfy

