(DEDIKASI.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, mahasiswa Psikologi Islam peminatan klinis UIN Syekh Wasil Kediri yang sedang melaksanakan magang di UPTD Puskesmas Ngasem menggelar talkshow bertema “Semangat Baru dalam Menguatkan Solidaritas Melalui Inklusivitas”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Talkshow tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas, kepedulian, serta penghargaan terhadap keberagaman dalam masyarakat majemuk.
Acara menghadirkan Laila Nadhifah sebagai narasumber, seorang sahabat difabel yang telah menghasilkan berbagai karya berupa buku dan tulisan. Ia juga dikenal sebagai penulis buku “Aku Memang Beda”. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan semangat dan motivasi untuk terus berkarya, baik bagi dirinya sendiri maupun para peserta yang hadir.
Baca Tulisan Lainnya
- UKM Amoeba UIN Kediri Gandeng Eks Asisten Didi Kempot Cetak Komposer Muda Lewat Music Talk
- Manten Kopi ; Tradisi Unik Simbol Rasa Syukur
Salah satu panitia menyampaikan bahwa latar belakang terselenggaranya kegiatan ini berangkat dari pengalaman narasumber yang sempat mengalami penurunan motivasi dan kesulitan dalam menulis. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus dorongan agar potensi yang dimiliki terus dikembangkan. Selain itu, para peserta juga memperoleh pelajaran berharga melalui kisah perjuangan narasumber dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi mereka dalam menuliskan kesan dan pesan pada sticky note yang disediakan panitia.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Kwadungan, UPTD Puskesmas Ngasem, serta dukungan mahasiswa Sosiologi Agama.
Ketua Program Studi Psikologi Islam, Nur Aziz Afandi, menyampaikan bahwa sahabat disabilitas kerap memiliki perasaan inferior sehingga membutuhkan pendampingan agar tidak terfokus pada keterbatasan yang dimiliki. Ia menekankan pentingnya lingkungan yang positif serta dukungan masyarakat dalam memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi agar dapat bermanfaat.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan sahabat dari Posyandu Jiwa Purnaniraga, Arif, yang memiliki bakat dalam bidang tarik suara dan turut memeriahkan acara. Hal ini menunjukkan bahwa baik sahabat inklusi maupun orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memiliki potensi dan kelebihan masing-masing.
Melalui kegiatan talkshow ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya sikap saling menghargai, solidaritas, serta dukungan antar sesama.
Reporter & Penulis: M. Fathurrizky Ramadhan
Editor: Saffana Alfy

