(DEDIKASI.ID) – Malang, Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) 2026 pada 27 Maret di Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 56 peserta, terdiri dari pengurus wilayah dan perwakilan kader dari 13 daerah di Jawa Timur.
Pelaksanaan Rapimwil mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pondok Pesantren Yatim Dhuafa (PPYD) Al-Ikhlas Singosari Malang, Keluarga Besar PII, serta kader PII Jawa Timur.
Ketua Umum PW PII Jawa Timur, Sang Aji, menegaskan pentingnya menjaga gerakan PII agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pembinaan kader harus diimbangi dengan kemampuan memahami tantangan baru, terutama di era digital.
Baca tulisan lainnya
- Bukan Dirancang Arsitek, Bangunan Padepokan Kediri Garuda Nusantara Dibangun dengan Petunjuk Leluhur
- Sumber Gundi: Sejarah, Tradisi, dan Sisi Mistis
Pengasuh PPYD Al-Ikhlas sekaligus Keluarga Besar (KB) PII, Muhammad Ali Zubair, menyampaikan bahwa pemuda sebagai agen perubahan perlu memiliki mental kuat dan arah perjuangan yang jelas.
“Kader tidak boleh hanya sekadar mengikuti tren, tetapi harus membangun gerakan yang bernilai dan berorientasi jangka Panjang,” katanya.
Sementara itu, perwakilan KB PII Jawa Timur, Arifin, menilai PII sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan kepemimpinan bagi kader.
“Kader harus siap menjadi penggerak, meskipun dengan jumlah terbatas,” ujarnya.
Rapimwil ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang pendidikan alternatif bagi kader PII untuk membangun nilai moral, kepemimpinan, dan keterampilan dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id!
Reporter: Arina Sabila
Penulis: Arina Sabila & Ismail Saiful
Editor: Saffana Alfy Karomah

