(DEDIKASI.ID) – Kediri, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Psikologi Islam menyelenggarakan kegiatan upgrading pada tanggal 3 hingga 5 April 2026 di UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas Diri dalam Membangun Pendampingan yang Profesional dan Responsif”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di lapangan,
Upgrading ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari angkatan 2023, 2024, dan 2025, khususnya dari peminatan klinis. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa, tidak hanya dalam aspek pengetahuan, tetapi juga dalam keterampilan praktis dan kesiapan emosional sebelum terjun langsung ke masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan mahasiswa psikologi dalam menghadapi berbagai permasalahan nyata di lapangan. Realitas yang dihadapi seringkali lebih kompleks dibandingkan dengan teori yang diperoleh di ruang kelas. Oleh karena itu, kegiatan upgrading ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik.
Hari pertama kegiatan diisi dengan materi psychoplay yang disampaikan oleh Novi Wahyu Winastuti, M.Psi., Psikolog. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa bermain merupakan aktivitas yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memiliki peran penting dalam perkembangan anak, baik dari aspek kognitif, motorik, sosial, maupun emosional.
Baca tulisan lainnya
Melalui bermain, anak dapat belajar berkomunikasi, mengekspresikan perasaan, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalam konteks psikologi, pendekatan ini dikenal sebagai play therapy atau terapi bermain, yang digunakan sebagai metode intervensi untuk membantu anak mengatasi berbagai permasalahan emosional dan perilaku. Peserta diajak untuk memahami bahwa permainan dapat menjadi media komunikasi yang efektif, khususnya dalam proses pendampingan anak.
Memasuki hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan materi peer counseling yang disampaikan oleh Shofi Mirwani, M.Psi., dosen UIN Syekh Wasil Kediri. Pada sesi awal, peserta diajak untuk memahami diri sendiri melalui materi knowing self. Kesadaran diri menjadi fondasi utama dalam proses konseling, karena individu yang akan membantu orang lain perlu terlebih dahulu memahami kondisi dirinya sendiri.
Dalam sesi ini, peserta mengikuti berbagai teknik, salah satunya adalah mindfulness, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pikiran dan perasaan yang dialami. Kegiatan berlangsung secara khidmat dan memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi peserta. Beberapa peserta bahkan menunjukkan respon emosional seperti menangis dan merasakan kelegaan, yang menjadi bagian dari proses refleksi diri.
Pada hari terakhir, materi difokuskan pada praktik peer counseling serta pengenalan psychological first aid. Peserta tidak hanya dibekali dengan pemahaman teoritis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan langsung teknik yang telah dipelajari melalui praktik bersama klien yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Praktik ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, karena peserta dapat merasakan secara langsung dinamika proses konseling yang sesungguhnya. Dalam proses tersebut, peserta dilatih untuk mendengarkan secara aktif, menunjukkan empati, serta memahami permasalahan klien tanpa memberikan penilaian. Hal ini menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan pendampingan yang profesional dan responsif.
Secara keseluruhan, kegiatan upgrading ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kepekaan sosial dan kematangan emosional mahasiswa. Keseimbangan antara teori, praktik, dan pengalaman reflektif menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini.
Harapannya, seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas. Dengan demikian, mahasiswa psikologi tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kesiapan dalam memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan mental.
Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id!
Reporter: Alamanda Divka Arfinta
Penulis: Alamanda Divka Arfinta
Editor: Saffana Alfy Karomah

