Site icon DẽDIKASI.ID

Keseharian Di Balik Layar Kedai Soto Cak Ri: Konsisten Berjualan Di Sentra Kuliner

Potret Lapak Kedai Soto Ayam Cak Ri

(DEDIKASI.ID) – Persaingan bisnis kuliner di Sentra Kuliner Soto Bok Ijo, Kawasan Tamanan, Kota Kediri, selalu menyajikan cerita tersendiri mengenai ketangguhan para pelaku usahanya. Sentra kuliner ini sangat populer sebagai pusat soto ayam legendaris, di mana puluhan warung berjejer rapi menjajakan menu yang serupa. Persaingan ketat antar-pedagang soto di desa tersebut turut dirasakan oleh Kedai Soto Cak Ri. Berdasarkan pantauan di lokasi, salah satu karyawan mengeluhkan kondisi warung yang sedang sepi pengunjung. “Ya, sepi,” ujarnya. Kendati menghadapi situasi tersebut, Soto Cak Ri tetap membuktikan eksistensinya dengan terus beroperasi setiap hari. Persaingan usaha yang homogen tidak menyurutkan semangat para pekerja di sana untuk tetap konsisten mencari nafkah.

Secara spesifik, tempat operasional ini berada di kawasan Sentra Kuliner Soto Bok Ijo, Jalan Dr. Sahardjo, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Lokasi deretan warung soto ini sangat strategis di area sekeliling dan tepat berada di sebelah barat komplek Terminal Bus Tamanan Kota Kediri. Keberadaannya yang menyatu dengan hiruk piruk aktivitas terminal bus antar-kota membuat kawasan ini selalu hidup. Operasional harian kedai legendaris ini dijalankan secara langsung oleh para karyawan kepercayaannya. Pemilik usaha, yakni Cak Ri, saat ini belum dapat ditemui di lokasi secara langsung. Walaupun demikian, roda bisnis kuliner tersebut tetap berjalan dengan tertib dan teratur di bawah pengelolaan para staf lapangan yang bertugas dari pagi hingga malam hari.

Rutinitas harian di Kedai Soto Cak Ri dimulai sejak pagi hari dengan mobilitas yang cukup tinggi. Setiap pagi, karyawan Kedai Soto Cak Ri harus menempuh perjalanan selama 20 hingga 30 menit dari kediaman orang tua pemilik di kawasan Selopanggung menuju tempat berjualan di Tamanan. Setibanya di lokasi, aktivitas awal para pekerja berfokus pada persiapan fisik tempat usaha demi kenyamanan konsumen yang akan datang.

“Persiapan sebelum berjualan biasanya kami isi dengan bersih-bersih, sambil menunggu gerobaknya datang,” ujar Ibu Suparmi, salah satu karyawan kedai, saat menjelaskan rutinitas awalnya di pagi hari. Aktivitas dimulai dari menyapu, mengepel area makan, mengelap meja, serta menata mangkok dan sendok di atas meja saji secara rapi sebelum gerobak soto tiba di lokasi.

Kedai Soto Cak Ri memiliki waktu operasional yang cukup panjang, mulai dari pagi hari hingga menjelang tengah malam. Meski begitu, jam kerja di kedai ini tergolong fleksibel. “Kami buka biasanya jam sembilan pagi dan tutup jam dua belas malam, disesuaikan dengan situasi,” tutur salah satu karyawan mengenai jam operasional yang selalu mengikuti kondisi keramaian pembeli di lapangan.

Mengenai tingkat kunjungan konsumen, pihak karyawan mengakui bahwa mereka tidak mengetahui secara pasti mengenai pola perputaran pembeli di kawasan Sentra Kuliner Bok Ijo yang sangat dinamis tersebut. “Kalau untuk waktu ramainya kapan, itu tidak menentu, ” tambahnya saat menjelaskan kondisi naik turunnya jumlah pelanggan di warung tersebut.

Meski tingkat keramaian pembeli tidak menentu, Kedai Soto Cak Ri memiliki daya tarik kuat melalui variasi menu yang ditawarkan. Menu utama yang disajikan adalah soto ayam khas Kediri yang terkenal dengan kuah gurih dan kaya rempah. Sebagai pendamping hidangan utama, kedai ini menyediakan beragam pilihan lauk pelengkap yang dipajang di dalam etalase kaca, mulai dari potongan daging ayam bagian dada, sayap, ceker, jeroan, hingga aneka menu lainnya.

Dari sekian banyak pilihan tersebut, terdapat beberapa menu pelengkap yang menjadi favorit dan paling banyak dicari oleh pelanggan. Menu pelengkap yang menjadi favorit pembeli meliputi lauk bakaran dan uritan. Kehadiran pembeli di warung ini pun sering kali didominasi oleh segmen pasar tertentu yang datang dari luar daerah.

“Paling sering mampir ke sini adalah para pendatang yang sekadar jalan-jalan, ” ungkapnya mengenai profil konsumen yang mendominasi kedai mereka.

Kondisi pasar yang bersaing ketat di tengah kepungan sesama penjual soto dihadapi dengan penuh kepasrahan yang positif. Ketika ditanya mengenai alasan mengapa konsumen lebih memilih untuk membeli soto di kedai tempatnya bekerja dibandingkan dengan belasan opsi warung sejenis di sepanjang deretan tersebut, karyawan Kedai Soto Cak Ri memandangnya sebagai sebuah kebetulan yang mendatangkan berkah.

Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id!

Reporter : Nahwa Sofie Qawarira

Penulis : Sania Jihan Prayuwalita, Nayla Arikatu Zahra, M. Tahsin Taufik Sulistyo, Sasmita Eka Solekha, M. Abdu Tamami

Editor: Saffana Alfy Karomah, Nur Laili Maghfiroh

*Berita ini merupakan hasil dari Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2026

Exit mobile version