Site icon DẽDIKASI.ID

Keren! Dosen dan Mahasiswa Psikologi UIN Syekh Wasil Kediri Terlibat dalam Temilnas Ikatan Psikologi Sosial HIMPSI XV di UNDIP Semarang

(DEDIKASI.ID) – Dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri berpartisipasi aktif dalam Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) Ikatan Psikologi Sosial (IPS) HIMPSI XV yang diselenggarakan di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. Ajang ilmiah tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya riset, memperluas jejaring antarakademisi, serta mendorong kontribusi nyata ilmu psikologi sosial bagi masyarakat.

Temilnas IPS HIMPSI XV berlangsung pada 6–8 Juli 2026 dengan mengusung tema “Social Psychology: Impact on Individuals, Families, Communities, and Global Society.” Pada 6 Juli 2026, rangkaian kegiatan diawali dengan Sarasehan Dosen Psikologi Sosial yang diikuti dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya, pada 7 Juli 2026 diselenggarakan Temu Ilmiah Nasional dan Simposium. Adapun pada 8 Juli 2026, kegiatan ditutup dengan sharing session bertajuk Strengthening Cross-Cultural Psychology.

Pertemuan nasional para akademisi psikologi sosial tersebut turut dihadiri oleh Ketua HIMPSI, Dr. Andik Matulessy, M.Si., Ketua Ikatan Psikologi Sosial, Prof. Dr. Mirra Noor Milla, S.Sos., M.Si., serta para penasihat dan pakar psikologi sosial Indonesia, di antaranya Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D. dan Prof. Dr. Faturochman, M.A.

Dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi Islam UIN Syekh Wasil Kediri berpartisipasi sebagai presenter yang memaparkan hasil penelitian bersama ratusan peserta dari 26 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sunarno, S.Psi., M.A., selaku dosen Psikologi Sosial sekaligus dosen pendamping penelitian mahasiswa, mempresentasikan penelitian berjudul “Omah dan Relasi Komunal: Studi Etnografi Interaksi Antartetangga di Pedesaan.”

Sementara itu, kelompok mahasiswa yang terdiri atas Dinda Restu Isnaini, Ahmad Sofyan Saputra, dan Dea Mila Rosita mempresentasikan penelitian berjudul “Kearifan Lokal tentang Grapyak-Semanak: Strategi Persuasif Penjual di Pasar Tradisional Kota Kediri.” Adapun kelompok kedua yang beranggotakan Revi Rahma Rafida, Muhammad Fariel Juliansyah, dan Hanifay Tjindarwangi mempresentasikan penelitian berjudul “Pola Attachment Anak Sulung Perempuan: Studi Fenomenologi Gen Z terhadap Fenomena Marriage is Scary.”

Salah satu peserta, Fay, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti Temilnas. Menurutnya, kesempatan bertemu dengan para akademisi dan menyaksikan beragam penelitian yang dipresentasikan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menghadiri Temilnas. Bertemu dengan begitu banyak orang hebat beserta penelitian-penelitian unik yang dipresentasikan membuat saya menyadari bahwa selama ini saya hanyalah ‘ikan di kolam kecil’. Awalnya, saya sempat mengerdilkan diri sendiri. Namun kemudian saya teringat pada sebuah kutipan, ‘When you feel like you’re the dumbest person in the room, you’re in the right room. It means you’re brave enough to learn and grow.’ Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa selalu ada ruang untuk belajar, berkembang, dan terus memperluas cara pandang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Revi Rahma Rafida menilai bahwa Temilnas memberikan pengalaman yang sangat berkesan.

“Temilnas memberikan pengalaman yang berkesan bagi saya melalui berbagai diskusi dan interaksi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini memberi saya kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta menumbuhkan semangat kolaborasi,” tuturnya.

Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id! 

Reporter : Dinda Restu Isnaini

Penulis : Dinda Restu Isnaini

Editor : Saffana Alfy Karomah

Exit mobile version