(DEDIKASI.ID) – Minggu (18/01/2026), sejak pukul 07.00 hingga 08.15, suasana di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Dusun Jatiwringin, Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, terasa khidmat dan hangat. Jemaat mengikuti ibadah pembukaan Bulan Penciptaan yang akan berlangsung hingga 11 Februari 2026. Tahun ini, Bulan Penciptaan mengusung tema “Dipanggil untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.”
Ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian. Anak-anak mengikuti kegiatan di kelas terpisah, mulai dari kelas Pratama untuk usia 0 hingga kelas 3, kelas Madya untuk kelas 4 sampai 6, hingga kelas Remaja. Sementara itu, jemaat dewasa berkumpul di ruang utama gereja. Hampir tidak terdengar percakapan kecil. Setiap orang hadir dengan kesadaran penuh, menyimak jalannya ibadah dengan khidmat.
Dalam khotbahnya, Pendeta Trivena Putri Agnesia menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna
“Ketika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita.” tuturnya.
Kalimat tersebut tidak disampaikan sebagai slogan, melainkan sebagai pengingat akan relasi timbal balik antara manusia dan ciptaan. Apa yang dirawat akan memberi kehidupan, sedangkan apa yang diabaikan akan meninggalkan dampak yang panjang.
Pendeta Trivena juga menguraikan kisah pembaptisan Yesus tercatat tercatat dalam keempat Injil: yaitu Yohanes, Matius, Markus, dan Lukas. Dari kisah tersebut, tergambar bahwa spiritualitas tidak pernah berdiri terpisah dari realitas kehidupan. Air, alam, dan manusia hadir sebagai wujud dari ciptaan yang saling terhubung dalam rencana Ilahi. Iman, pada akhirnya, selalu menemukan wujud nyatanya dalam tindakan.
Yang terasa kuat dari kegiatan ini bukan hanya isi khotbah, melainkan suasana yang tercipta selama ibadah berlangsung. Jemaat tampak ramah, hangat, dan saling menghormati. Tidak ada kesan kaku ataupun jarak yang membatasi. Dalam waktu yang relatif singkat, ruang ibadah menjadi tempat refleksi bersama, di mana setiap orang hadir sepenuhnya; mendengar, merasakan, dan merenungkan.
Baca tulisan lainnya
- Bukan Dirancang Arsitek, Bangunan Padepokan Kediri Garuda Nusantara Dibangun dengan Petunjuk Leluhur
- Sumber Gundi: Sejarah, Tradisi, dan Sisi Mistis
Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Desa Sukoharjo dari Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, kehadiran dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses belajar di tengah masyarakat, sekaligus penguatan nilai moderasi beragama. Moderasi tidak selalu tumbuh melalui diskusi formal atau forum akademik, melainkan melalui perjumpaan nyata, sikap saling menghargai, dan keterbukaan untuk memahami perbedaan.
Tema ekoteologi yang diusung dalam pelaksanaan KKN menemukan relevansinya dalam momentum Bulan Penciptaan ini. Merawat lingkungan tidak hanya dipahami sebagai tanggung jawab ekologis, tetapi juga sebagai wujud iman yang hidup dan bertanggung jawab. Kepedulian terhadap alam menjadi titik temu lintas iman, bahwa menjaga bumi adalah panggilan bersama sebagai sesama makhluk ciptaan.
Dari GKJW Dusun Jatiwringin, pesan itu mengalir dengan sederhana namun kuat. Bumi bukan sekadar tempat berpijak, melainkan titipan yang harus dijaga bersama. Dalam upaya merawat keutuhan ciptaan, manusia sejatinya sedang merawat relasi dengan alam, dengan sesama, dan dengan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.
Baca tulisan menarik lainnya di Dedikasi.id!
Penulis: Ratih Setya
Editor: Saffana Alfy

